Strategi Komunikasi Dakwah di Era Algoritma
Model Kurasi Konten Berbasis Takhrij Digital untuk Da'i dan Penyuluh Agama Islam
DOI:
https://doi.org/10.51590/wai.v2i1.28Kata Kunci:
Krisis otoritas keagamaan, algoritma media sosial, takhrij digital, kurasi ilmu Islam, literasi Islam otoritatifAbstrak
Krisis otoritas keagamaan di era algoritma media sosial ditandai oleh maraknya diseminasi pengetahuan Islam yang terfragmentasi, tidak tervalidasi, dan cenderung mengabaikan otoritas keilmuan klasik, sehingga berimplikasi pada munculnya pemahaman keagamaan yang simplistik dan rentan bias. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model kurasi ilmu berbasis takhrij digital sebagai strategi inovatif dalam memperkuat literasi Islam yang otoritatif. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan konseptual-analitis melalui studi literatur mutakhir serta analisis praktik distribusi konten keagamaan di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi prinsip takhrij hadis dengan teknologi digital memungkinkan proses verifikasi sumber secara sistematis, transparan, dan adaptif terhadap pola konsumsi informasi generasi digital. Model ini tidak hanya berfungsi sebagai alat validasi, tetapi juga sebagai mekanisme edukatif yang mendorong pengguna untuk memahami sanad, matan, dan konteks keilmuan secara lebih komprehensif. Kesimpulannya, kurasi ilmu berbasis takhrij digital berpotensi menjadi solusi strategis dalam merekonstruksi otoritas keagamaan yang kredibel di era disrupsi informasi, sekaligus memperkuat literasi Islam yang kritis, kontekstual, dan bertanggung jawab.
Referensi
Brown, Jonathan A C. Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World. Simon and Schuster, 2017.
Campbell, Heidi A, and Ruth Tsuria. Digital Religion: Understanding Religious Practice in Digital Culture. 2nd ed. New York: Routledge, 2022. https://doi.org/10.4324/9781003108948.
———. Digital Religion: Understanding Religious Practice in Digital Media. Routledge, 2021.
Creswell, John W, and Cheryl N Poth. “Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches,” 2018.
Denzin, Norman K, and Yvonna S Lincoln. The SAGE Handbook of Qualitative Research. 5th ed. Thousand Oaks: Sage Publications, 2018.
Epstein, Robert, and Ronald E Robertson. “The Search Engine Manipulation Effect (SEME) and Its Possible Impact on the Outcomes of Elections.” Proceedings of the National Academy of Sciences 112, no. 33 (2015): E4512–21. https://doi.org/10.1073/pnas.1419828112.
Floridi, Luciano, Josh Cowls, Monica Beltrametti, Raja Chatila, Patrice Chazerand, Virginia Dignum, Christoph Luetge, et al. “An Ethical Framework for a Good AI Society: Opportunities, Risks, Principles, and Recommendations.” Minds and Machines 28, no. 4 (2018): 689–707. https://doi.org/10.1007/s11023-018-9482-5.
Miles, Matthew B, A Michael Huberman, and Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Thousand Oaks: Sage Publications, 2014.
Nisa, Eva F. “Creative and Lucrative Da’wah: The Visual Culture of Instagram amongst Female Muslim Youth in Indonesia.” Asiascape: Digital Asia 5, no. 1–2 (2018): 68–99. https://doi.org/10.1163/22142312-12340085.
Slama, Martin. “Practising Islam through Social Media in Indonesia.” Indonesia and the Malay World 46, no. 134 (2018): 1–14. https://doi.org/10.1080/13639811.2018.1416798.
Snyder, Hannah. “Literature Review as a Research Methodology: An Overview and Guidelines.” Journal of Business Research 104 (2019): 333–39. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Al-Wa'iyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


