Metode Dakwah Penyuluh Agama Islam Dalam Meningkatkan Kesadaran Beragama Masyarakat Di Gang Madirsan Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa

Penulis

  • Ihsan Azhari Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

DOI:

https://doi.org/10.51590/wai.v1i2.12

Kata Kunci:

Metode Dakwah, Penyuluh Agama Islam, Kesadaran Beragama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode dakwah yang digunakan oleh penyuluh agama Islam dalam meningkatkan kesadaran beragama masyarakat di Gang Madirsan, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membimbing masyarakat untuk memahami ajaran Islam secara benar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dakwah yang digunakan meliputi pendekatan bil hikmah (kebijaksanaan), mau’izah hasanah (nasihat yang baik), mujadalah (diskusi), bil kitabah (melalui tulisan), dan konsultasi (tatap muka langsung). Faktor pendukung keberhasilan dakwah meliputi dukungan Ustaz-ustaz yang aktif, kegiatan keagamaan yang berkelanjutan, serta dukungan pemerintah. Faktor penghambatnya adalah rendahnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan waktu penyuluh. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kualitas kegiatan dakwah agar kesadaran beragama masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Referensi

A. A. al-Hujwiri. (2009). Kasyf al-Mahjub. Kairo: Dar al-Fikr.

Al-Jawziyyah, Ibn Qayyim. (2008). Madarij as-Salikin. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Qardhawi, Yusuf. (2010). Fiqh al-Wasathiyah wa al-Tajdid: Ma‘alim wa Manarat. Kairo: Dar al-Syuruq.

Al-Qur’an Al-Karim

Arifin, M. & S. Nurhayati, (2023). Digital Fasting and Reflection: An Islamic-Based Counseling Program to Prevent Digital Addiction. Journal of Educational Guidance 8.

Baker, K. & S. Ray. (2022). E-Counseling during the COVID-19 Pandemic: A Review of Effectiveness and Ethical Concerns. Journal of Counseling and Development 100, 3.

Beyens, Ine. et al. (2020). Social Media Use and Adolescents’ Well-being: Developing a Model of Social Media Effects,” Current Directions in Psychological Science 29, no. 4.

Binti Abdul Wahab, N. & D. Rahman. (2023). Digital Emotional Regulation in Group Counseling: Effects on Students’ Stress and Social Well-being,” Malaysian Journal of Guidance and Counseling 12, no. 2.

C. Montag et al. (2021). “Digital Well-being: A Multi-disciplinary Review and Agenda for Future Research,” Computers in Human Behavior 121.

CASEL. (2020). Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning. SEL Framework Guide. Chicago: CASEL Press.

Durmus, S. (2022). Determining Digital Burnout in Students,” Computers in Human Behavior Reports 7.

Erikson, Erik. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: W. W. Norton,.

Fadhilah, N. (2023). Tazkiyah-Based Counseling Model to Reduce Academic Stress in Muslim Students,” Jurnal Konseling Religi 14, no.

Hassan, S. & N. Azhar. (2024). Integrative Islamic Counseling to Reduce Technostress among University Students. International Journal of Islamic Psychology 5, no. 2.

Kaewpradit K. et al. (2025). Digital Screen Time Usage and Its Association with Mental Health, Sleep Quality and Academic Performance Among Southern University Students. BMC Psychology 13.

Kurniawati, R. (2023). Model Bimbingan Kelompok Islami untuk Mengembangkan Kontrol Diri Siswa di Era Digital. Jurnal Konseling Religi 14, no. 2.

L.Z. Chong, (2025). Student Burnout: A Review on Factors Contributing to Learning Fatigue in the Digital Era. International Journal of Education and Learning 15, no. 2.

Lestari, D. (2023). Hubungan Smartphone Addiction dengan Academic Burnout dan Prokrastinasi pada Mahasiswa. Jurnal Psikopedagogia 12, no. 1.

Maslach, Christina. & Susan E. Jackson. (1981). The Measurement of Experienced Burnout. Palo Alto: Consulting Psychologists Press.

Nasir, M. & A. Mubarok, (2021). Bimbingan dan Konseling Islami: Pendekatan Integratif. Jakarta: Rajawali Pers.

Patti M. Valkenburg and Jochen Peter, (2023). Social Media Use and Its Impact on Adolescents’ Well-being: A Meta-analysis. Current Opinion in Psychology 52.

Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) Kemendikbudristek. (2023) Laporan Nasional: Kesejahteraan Sosial-Emosional Siswa Indonesia di Era Digital. Jakarta: Kemendikbudristek.

Qardhawi, M. Y. (2010). Fiqh al-Wasathiyah wa al-Tajdid. Kairo: Dar al-Syuruq.

R. Burr and S. Floridi. (2020). The Ethics of Digital Well-being: A Thematic Review. Science and Engineering Ethics 26.

Rachmawati, N. (2022). Digital Fatigue among Indonesian Students during the Pandemic. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia 11, no. 3.

Rahman, M. (2022). Meditation and Dhikr Practice for Digital Fatigue Reduction. Journal of Islamic Counseling and Therapy 9, no. 2.

Su’adah, (2022). Parental Mediation and Digital Balance among Muslim Adolescents in Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam 10, no. 2.

Syahputra, M. (2024). Fenomena Digital Burnout pada Mahasiswa Generasi Z di Indonesia, Jurnal Sadewa 4, no. 2.

Turkle, Sherry. (2017) Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. New York: Basic Books.

Diterbitkan

2025-11-29

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Metode Dakwah Penyuluh Agama Islam Dalam Meningkatkan Kesadaran Beragama Masyarakat Di Gang Madirsan Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa. (2025). Al-Wa’iyah, 1(2), 19-37. https://doi.org/10.51590/wai.v1i2.12